Kepunahan Batik Tradisional Madura

Kepunahan motif batik tradisional madura dapat mengalami kepunahan apabila para pengerjain dan pengusaha batik lebih tertarik dengan mengikuti tren motif batik soft. Batik soft adalah motif batik yang sangat diminati pasar akhir-akhir ini. Keinginan pasar yang seperti itu memang cenderung lebih menguntungkan, karena para pedagang dan pengerajin batik memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan hasil kerajinannya. Di sisi lain, identitas daerah cenderung punah.

Jika identitas daerah hilang, seiring dengan kecenderungan pasar global yang diiinginkan para konsumen batik, maka nilai budaya akan luntur.

Batik bermotif soft, kini menjadi kecenderungan permintaan pasar, sebenarnya fase ketiga pada pasaran dunia batik Indonesia dan dalam skala Internasional. Tren awal batik tulis itu semi kotemporer, lalu motif batik kotemporer dan kini ke motif batik soft.

Sebenarnya batik tulis madura memiliki beragam motif, bahkan mencapai lebih dari seratus motif batik. Antara lain motif sekar pote, sekar mangkok, bing-tabing dan sekar jagat. Namun diantara sekian banyak motif batik yang paling diminati oleh konsumen adalah motif sekar jagat karena semua motif bunga ada pada motif batik tersebut

sekar jagat


Bagikan ke teman :
Order


Tags: , , , , ,


  • Menghadirkan Lebih
    Dari 1000 Motif Tiap Bulannya
    Kayana Batik

    Jl. Rusman No.28 Punten
    Batu Malang
    Telp : 0341-590649

    SMS Center

    085-23334-1122
    (Call/SMS)


    Marketing

    32456571
    0888-05600-636
    (Call Only)
    085-23334-1122
    (Call/SMS)
    085-23334-1122
    (Line Messenger)
    0888-05600-636
    (WhatsApp Messenger)

    Dapatkan Update Via FB



    Layanan Online


    Kayana Batik CS 1

    Kayana Batik CS 2

    Kayana Batik CS 3


  • Kami Di Google Plus


    Suported Payment





    Google Play


    googleplay








New Produk Batik Tulis
Batik Tulis Kereta Kencana
Batik Tulis Sarimbit
Batik Tulis Tanjung Bumi
Batik Tulis Madura
Batik Tulis Sutra


Get Widget
Return to Top ▲Return to Top ▲