Keberadaan Batik Jambi

batik jambi

Jambi merupakan daerah yang strategis dan merupakan wilayah yang strategis dan merupakan jarak terpendek dalam hubungan tiongkok dan Selat Malaka. Dari berita-berita yang ditulis oleh pedagang dan musyafir cina, seperti It Ching tahun 671 yang melakukan perjalanan dari Kanton menuju ke Melayu dengan menumpang kapal Sriwijaya kesimpulannya pada periode melayu kuno dan Sriwijaya. Pada kesimpulanya pada periode melayu kuno dan Sriwijaya , masyarakat yang berdiam di wilayah JAmbi telah berhubungan aktif dengan berbagai bangsa. Hasil hubungan ini tentu akan menghasilkan pengaruh dalam bidang kebudayaan, termasuk ragam hias batik

Tidak dapat ditentukan sejak kapan pastinya batik jambi ditemukan, yang jelas batik jambi pada masa kerajaan melayu telah membatik dengan motif khas fauna dan flora untuk keperluan keluarga dan lingkungan kerajaan. Jambi menjadi pusat pertukaran barang dagangan dari seluruh nusantara, di samping menjalin dagang dengan indramayu, cirebon, lasem, tuban, madura dan lain-lain di kota jawa, sudah sejak lama menjalin hubungan dagang dengan arab, cina, India, eropa dan negeri asia tenggara melaluia pedagangan mereka. Hubungan dagang ini turut mempengaruhi ornament batik jambi dan pengaruh kebudayaan arab terlihat pada ragam hias kaligrafi serta pengaruh cina lebih banyak pada bagian rumpal atau pinggiran kain.

Ragam hias batik jambi ditentukan dari faktor estetika dan filosofis yang digali dan diperkaya dari muatan lokal yang berupa keadaan geografis, kebudayaan, kepercayaan dan hasil seni juga kerajinan.

Secara umum ragam hias batik jambi merupakan satu kesatuan dari elemen-elemen yang terdiri atas titik, garis, bentuk warna dan tekstur. Kesatuan elemen tersebut, mewujudkan keindahan melalaui pengulanagan, pusat perhatian, keseimbangan dan kekontrasan yang emmiliki bobot kultur setempat, opini dan nilai-nilai filosofis.

Perkembangan Batik Jambi

Produksi batik Jambi dan perdagangannya secara terbatas sudah dimulai sejak masa Kesultanan. Dimana Di masa ini batik Jambi merupakan hasil karya seni yang tidak dapat dimiliki oleh sembarang orang. Batik Jambi di konsumsi hanya oleh masyarakat yang mempunyai tingkat kehidupan sosial yang tinggi, misalnya kerabat kerajaan atau kaum bangsawan. Dengan berakhirnya masa kesultanan Jambi, kebutuhan akan batik Jambi menurun secara drastis, sehingga jarang ditemukan ada pengrajin batik Jambi. kalaupun ada, pengrajin itu sudah tua.

Pada zaman penjajahan Belanda, berita tentang batik Jambi marak kembali dengan munculnya berbagai artikel yang ditulis oleh penulis berkebangsaan Belanda. Salah satunya adalah B.M. Gosligs yang dalam artikelnya mengatakan bahwa atas persetujuan Prof. Vam Eerde dia meminta residen Jambi Tuan H.E.K. Ezermenn untuk meneliti batik Jambi. Sekitar bulan oktober 1928 datang tanggapan dari Ezernann, bahwa di dusun Tengah pada waktu itu memang sesungguhnya ada pengrajin batik dan menghasilkan karya-karya seni batik yang Indah. (B.M Goslings halaman 1411) Dari keterangan di atas, sejak zaman Kesultanan, zaman Belanda, zaman Kemerdekaan di Jambi memang terdapat seni batik, walaupun produksi dan pemakaiannya masih terbatas.

Setelah zaman orde baru terutama sejak tahun 80-an hingga sekarang, perkembangan batik Jambi sangat pesat sekali. Pembinaan terhadap sanggar2 batik, dilakukan secara intensif dan massal. Pemakaian batik Jambi tidak lagi terbatas pada kalangan-kalangan tertentu tetapi sudah memiliki kebebasan. Batik Jambi menjadi milik masyarakat dan kebanggaan bangsa Indonesia dan dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi sampai ke manca Negara. Ibu Lily Abdoerahman Sayoeti selaku Pembina Kesenian dan Pembina Dharma Wanita Provinsi Jambi pada waktu itu, tak henti-hentinya melaksanakan pembinaan di bidang produksi, permodalan dan pemasaran serta promosi untuk mengangkat citra batik Jambi.

Nama-nama Motif Batik Jambi

Motif batik Jambi sebagian besar diambil dari bentuk flora dan fauna, seperti motif batik yang terdapat di Indonesia pada umumnya. Jika dilihat dari bentuk motif corak dan pewarnaannya, batik Jambi memiliki perbedaan sidnifikan dibandingkan dengan batik yang ada di daerah lain.

Keunikan seni batik Jambi terletak pada kesederhanaan bentuk motif dan pewarnaan yang khas, yaitu bentuk motif yang tidak berangkai  dan berdiri sendiri-sendiri.

Pemberian nama pada motif batik Jambi, diberikan pada setiap satu bentuk motif, seperti motif bunga melati, motif bungo tanjung, motif riang-riang dan sebagainya. Jadi bukan diberikan pada suatu rangkaian bentuk dari berbagai unsur atau elemen yang telah di desain sedemikian rupa yang telah menjadi satu kesatuan yang utuh kemudian baru diberi nama.

Walaupun nama motif diberikan pada setiap bentuk motif yang hanya terdiri dari satu bentuk (ceplok), namun dalam penerapannya tentu saja tidak monoton terdiri dari satu bentuk motif saja. Dalam sebidang kain biasanya diterapkan beberapa bentuk motif pokok, dan di isi atau di dampingi dengan bentuk motif lainnya. Motif2 isian itu adalah motif tabor titik, motif tabor bengkok, motif belah ketupat dan bentuk motif-motif isian lainnya. Hal ini dapat dilihat pada motif “Kasih Bunda” karya Mahkamah. Motif batik ini di desain dari beberapa unsur antara lain, tulisan Incung, motif paruh enggang dan unsur-unsur motif lain yang menjadi satu kesatuan bentuk yang harmoni

Adapun motif batik Jambi yang hingga saat ini masih bisa dirangkum adalah sebagai berikut :

1. Motif wayang Gengseng 2. Motif bungo Durian 3. Motif Keris 4. Motif pucuk Rebung 5. Motif tabor titik 6. Motif Potong Intan 7. Motif tabor bengkok 8. Motif Siput 9. Motif Kepiting 10. Motif Ikan 11. Motif Bungo Tanjung 12. Motif Jangkar 13. Motif Daun Kangkung 14. Motif Riang-riang 15. Motif Bungo Matahari 16. Motif Kaca Piring 17. Motif Kepak Lepas 18. Motif Taritang 19. Motif Bungo Pauh 20. Motif Bungo Melati 21. Motif Bungo Jatuh 22. Motif Kapal Sanggat 23. Motif Tagapo 24. Motif Antalas 25. Motif Keluk Paku 26. Motif Keladi Durian Pecah 27. Motif Biji Timun 28. Motif Ancak 29. Motig Bungo Cengkeh 30. Motif Merak ngeram 31. Motif Ayam Lepas 32. Motif Galo-galo 33. Motif Bungo Bintang 34. Motif Bungo Lumut 35. Motif tampuk Manggis 36. Motif Bungo Rambat 37. Motif Patola 38. Motif Kuao berhias 39. Motif Kaligrafi

Rangkuman nama-nama motif ini diperoleh dari data koleksi batik Museum Negeri Jambi pada tahun 1994/1995. Pertumbuhan dan perkembangan batik Jambi pada masa sekarang memberi dampak yang sangat baik bagi penambahan perbendaharaan motif batik Jambi.

Diantara penambahan perbendaharaan motif Jambi sebagai ciptaan masa kini oleh para designer motif batik Jambi adalah sebagai berikut :

Motif angso duo, Motif keris siginjai,Motif kerang,Motif bungo kopi , Motif sungai batanghari, Motif sapit udang , Motif Daun keladi  , Motif Anggur , Motif kajang lako,  Motif incung, Motif cendawan      


Bagikan ke teman :
Order


Tags: ,


  • Menghadirkan Lebih
    Dari 1000 Motif Tiap Bulannya
    Kayana Batik

    Jl. Rusman No.28 Punten
    Batu Malang
    Telp : 0341-590649

    SMS Center

    085-23334-1122
    (Call/SMS)


    Marketing

    32456571
    0888-05600-636
    (Call Only)
    085-23334-1122
    (Call/SMS)
    085-23334-1122
    (Line Messenger)
    0888-05600-636
    (WhatsApp Messenger)

    Dapatkan Update Via FB



    Layanan Online


    Kayana Batik CS 1

    Kayana Batik CS 2

    Kayana Batik CS 3


  • Kami Di Google Plus


    Suported Payment





    Google Play


    googleplay








New Produk Batik Tulis
Batik Tulis Kereta Kencana
Batik Tulis Sarimbit
Batik Tulis Tanjung Bumi
Batik Tulis Madura
Batik Tulis Sutra


Get Widget
Return to Top ▲Return to Top ▲