Cerita Batik Lampung

batik bandar lampung

Jauh sebelum itu pada tahun 1970 Adrian Damiri Sangadjie mulai memplopori motif khas Lampung untuk dijadikan kain batik. Melalui berbagai percobaan, beliau menemukan teknik membatik dengan motif khas Lampung.

Andrian mulai memproduksi batik tulis di Metro pada 9 mei 1978. Karya batik Lampung miliknya telah diakui dan mempunyai hak paten

Pada 6 maret 1999 dalam acara Pekan Seni Budaya XIV, mantan gubernur Lampung Oemarsono memperkenalkan kain sebage sebagai batik khas Lampung Sebage sebagai batik khas lampung. Sebage adalah bagian dari kain khas Lampung yang terdiri dari Tapis, Bidak, Teppal, Selekap, Cindai, Peleppai dan Nampan.

Kain ini kaya motif, corak dan warna, juga mengandung makna simbolis yang memperlihatkan nilai budaya Lampung. Kain Sebage terbagi dua jenis yaitu Sabege Balak (besar) dan Sebage Lunik (Kecil)

Dengan seiring waktu, Batik Lampung kini semakin punya pamor. Kreasi sandang Lampung tak hanya kain tipis, palepai (kain kapal) atau sulam usus yang bersifat religius yang dikerjakan secara turun-temurun oleh masyarakat. Kain batik lampung dapat diperoleh Bandar Lampung.

BATIK KHAS LAMPUNG.

Perkembangan batik di Indonesia pada abad ke-20 sangat pesat sekali, hal ini juga mempengaruhi perkembangan batik di Lampung. Banyak bermunculan corak-corak batik khas lampung, tapi kurang memuat unsur atau ornamen yang ada di Kain Sebage. Ornamen batik khas Lampung banyak memuat ornamen ragam hias Budaya Lampung, yang didalamnya terdapat juga lambang-lambang daerah contohnya Menara Siger

Motif Lampung memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan motif wilayah lain, merunut sejarah Lampung mulai mengenal seni tekstil sejak abad ke 18 bertepatan dengan masuknya pengaruh kebudayaan India yang mulai masuk ke perairan Sumatera sehingga pengaruh motif-motif Budha sangat kental di dalamnya. Motif yang paling terkenal dan menjadi rebutan para kolektor asing adalah motif perahu dan “pohon kehidupan” dua motif ini menjadi sangat khas bagi kebudayaan Lampung dan merupakan trade mark Lampung di mata dunia internasional.

Motif-motif tersebut biasanya dikenal pada kain Tampan, Palepai dan Tatibin. dan para pengrajin yang terkenal diLampung dulunya banyak berasal dari seputar perairan Kalianda dan Krui mereka disebut juga dengan sebutan orang Paminggir, Krui, Abung dan orang pesisir.

Dari karya-karya mereka inilah Kain-kain Lampung beredar ke segala penjuru dunia dan bahkan karya-karya mereka yang dibuat pada abad ke-18 dan abad ke-19 sudah berada di musium-musium international sebagai koleksi budaya seperti di Australia, Amerika, Hawaii dan masih banyak para kolektor dari negara-negara lain yang memiliki situs warisan nenek moyang Lampung ini.

Batik maupun Tapis adalah merupakan sisa peninggalan budaya yang diturunkan secara turun temurun selama ratusan tahun yang silam yang patut dilestarikan. Seiring dengan bergesernya budaya dari budaya lama menuju budaya modern, segi teknik, pen-desain-an maupun proses pembuatannyapun sudah jauh lebih maju dari ratusan tahun yang lalu.

Dengan adanya pembaharuan Batik Lampung Kontemporer rasa kebanggaan terhadap budaya Lampung ini bisa di rasakan bagi pemakainya dan menjadikan ciri khas/identitas tersendiri.


Bagikan ke teman :
Order


Tags: , , ,


  • Menghadirkan Lebih
    Dari 1000 Motif Tiap Bulannya
    Kayana Batik

    Jl. Rusman No.28 Punten
    Batu Malang
    Telp : 0341-590649

    SMS Center

    085-23334-1122
    (Call/SMS)


    Marketing

    32456571
    0888-05600-636
    (Call Only)
    085-23334-1122
    (Call/SMS)
    085-23334-1122
    (Line Messenger)
    0888-05600-636
    (WhatsApp Messenger)

    Dapatkan Update Via FB



    Layanan Online


    Kayana Batik CS 1

    Kayana Batik CS 2

    Kayana Batik CS 3


  • Kami Di Google Plus


    Suported Payment





    Google Play


    googleplay








New Produk Batik Tulis
Batik Tulis Kereta Kencana
Batik Tulis Sarimbit
Batik Tulis Tanjung Bumi
Batik Tulis Madura
Batik Tulis Sutra


Get Widget
Return to Top ▲Return to Top ▲