Batik Tanah Liat dari Padang

Padang tidak hanya terkenal dengan jam gadang atau masakan rendangnya. Daerah yang memiliki luas 1,65% dari luas provinsi Sumatera Barat ini juga memiliki batik tulis yang khas dan berbeda dengan daerah yang lain.

Batik Padang biasa disebut dengan batik tanah liek (tanah liat). Batik ini berasar dari Minangkabau. Mengapa dinamakan batik tanah liat ? Sebab pada proses pewarnaan batik menggunakan tanah liat.

Dahulu pemakaian batik tanah liek ini hanya digunakan untuk acara-acara adat saja. Biasanya batik dipakai sebagai perlengkapan adat bisa berupa selendang atau saluak (peci). Para datuak memakai selendang dengan melingkarkan di leher , untuk kaum wanita melampirkan selendang itu di bahu. Batik Padang agak sulit ditemukan, sekarang sudah mulai digiakan kembali agar batik ini bisa lebih mudah ditemukan dan dinikamti banyak orang. Salah satu satu yang berusaha menaikkan kembali batik tanah liek adalah Ranaha Minang Inaaya yang mempunyai showtoom batik padang di Marapalam Padang di Marapalam Padang

Sentra Bisnis Batik Padang

Sentra batik tanah liek terdapat di 3 daerah, yaitu Padang dengan batik Monalisa, di Dharmasyara dan Pesisir Selatan. Meski sama-sama batik tanah like, namun motif yang dimiliki masing-masing daerah berbeda sesuai topografi dan kekayaan alam masing-masing. Di Dharmasyara misalnya, selaim motif dasar, juga ada pembaharuan motif seperti bunga sawit yang terinspirasi dari bunga sawit yang mekar di perkebunan sawit yang banyak terdapat di daerah ini.

Warna Batik Padang

Batik Ranah minang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan batik jawa, baik corak maupun warna. Terutama, media pewarna dasar kain yang berupa tanah liat dengan cara merendam dasar kain yang belum dibubuhi motif batik ke dalam larutan tanah liat.

Perendaman memakan waktu lebih dari satu hari untuk mendapatkan ketahanan warna tanah yang menyatu dengan kain. Setelah itu kain dicuci bersih dan mulai lah melukis motif kain pada batik. Motifnya antara lain kaluak paku, itiak pulang, parang rusak, maupun motif berupa kekayaan flora dan fauna alam Ranah Minang

Warna yang digunakan kebanyakan hitam, kuning, merah, ungu. Keterbatasan warna disebabkan pewanaanya memakai tanah liat. Karna permintaaan pasar, warna batik ini tidak hanya coklat. Batik ini pada akhirnya juga diwarnai juga dengan menggunakan sumber-sumber pewarna alami lainnya seperti jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, dan lain-lain Bahan batik pun ada yang terbuat dari katun ataupun sutera sehingga cocok digunakan untuk baju, selendang, setelan sarung, dan lain-lain

Berikut beberapa motif batik padang :

pucuk rebung          

batik-padang-biru

small_padang-cklt-058

   


Bagikan ke teman :
Order


Tags: , , ,


  • Menghadirkan Lebih
    Dari 1000 Motif Tiap Bulannya
    Kayana Batik

    Jl. Rusman No.28 Punten
    Batu Malang
    Telp : 0341-590649

    SMS Center

    085-23334-1122
    (Call/SMS)


    Marketing

    32456571
    0888-05600-636
    (Call Only)
    085-23334-1122
    (Call/SMS)
    085-23334-1122
    (Line Messenger)
    0888-05600-636
    (WhatsApp Messenger)

    Dapatkan Update Via FB



    Layanan Online


    Kayana Batik CS 1

    Kayana Batik CS 2

    Kayana Batik CS 3


  • Kami Di Google Plus


    Suported Payment





    Google Play


    googleplay








New Produk Batik Tulis
Batik Tulis Kereta Kencana
Batik Tulis Sarimbit
Batik Tulis Tanjung Bumi
Batik Tulis Madura
Batik Tulis Sutra


Get Widget
Return to Top ▲Return to Top ▲