Batik Jawa Barat

Batik di Jawa Barat tak bisa dilepaskan dari kedatangan para pengungsi Perang Diponegoro selama tahun 1825 hingga tahun 1830. Mereka berbondong-bondong datang dari Jawa Tengah itulah yang kemudian menghasilkan batik Tatar Sunda.

Dalam buku Batik Tatar Sunda yang ditulis oleh Saftiyaningsih Ken Atik, Herman Jusuf, dan Didit Pradito, dijelaskan bahwa sebagian pengungsi itu adalah pembatik dari kota Banyumas. Mereka banyak memberikan pengaruh pada warna latar batik Ciamis, Indramayu, dan Tasikmalaya.

Warna latar itu disebut kuning dukuh, kuning gading, dan kuning gumading. Batik Tatar Sunda tidak hanya menyerap berbagai pengaruh dari kota lain, tetapi juga negara lain.

Sejak kedatangan pengungsi Perang Diponegoro, batik diterima di Jawa barat mulai dari rakyat jelata sampai kalangan kerajaan. Batik paseban kuningan, contohnya memiliki motif yang memanfaatkan bentuk ragam ornamen Istana Paseban di Cigugur, Kota Kuningan. Istana Paseban berdiri sejak tahun 1840. Bangunan itu konon pernah menjadi tempat konsentrasi tentara kerajaan Mataram.

Beragam Motif

Motif batik Tasikmalaya, contohnya tidak mengenal kelas dan status sosial atau kedudukan seseorang. Hal itu sesuai dengan keadaan sosial masyarakat Tasikmalaya yang tidak membeda-bedakan status sosial. Batik Ciamis cenderung memiliki gaya batik pesisir karena ada kontak dagang atau hubungan antar daerah pembatikan di pesisir serta diilhami oleh keadaan alam sekitar. Di Garut terdapat motif dengan tema kehidupan masyarakat sehari-hari, antara lain kendi, kupu-kupu, capung, anyaman bambu, dan kurungan ayam.

“Motif batik juga bisa diilhami dari hikayat daerah. Saya sudah membuat sekitar 90 motif batik tentang hikayat. Sebagian besar adalah hikayat Jawa barat,” tutur Netty Heryawan.

Hikayat itu antara lain mengenai Kesultanan Cirebon, Situ Cileunca, dan topeng Cirebon. Kini seiring dengan perkembangan zaman, batik tak lantas menjadi produk yang usang. Bahkan penggunaannya oleh masyarakat semakin banyak.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa barat Netty Heryawan mengatakan, batik kini tidak hanya digunakan dalam acara resmi tetapi juga dalam santai. Bahkan semakin banyak anak-anak muda bangga mengenakan batik.

Jawa barat memiliki potensi besar dalam perbatikan secara produksi ataupun kekayaan motif,” katanya.


Bagikan ke teman :
Order


Tags:


  • Menghadirkan Lebih
    Dari 1000 Motif Tiap Bulannya
    Kayana Batik

    Jl. Rusman No.28 Punten
    Batu Malang
    Telp : 0341-590649

    SMS Center

    085-23334-1122
    (Call/SMS)


    Marketing

    32456571
    0888-05600-636
    (Call Only)
    085-23334-1122
    (Call/SMS)
    085-23334-1122
    (Line Messenger)
    0888-05600-636
    (WhatsApp Messenger)

    Dapatkan Update Via FB



    Layanan Online


    Kayana Batik CS 1

    Kayana Batik CS 2

    Kayana Batik CS 3


  • Kami Di Google Plus


    Suported Payment





    Google Play


    googleplay








New Produk Batik Tulis
Batik Tulis Kereta Kencana
Batik Tulis Sarimbit
Batik Tulis Tanjung Bumi
Batik Tulis Madura
Batik Tulis Sutra


Get Widget
Return to Top ▲Return to Top ▲